Pengalaman Menyelam di Bunaken

Secangkir kopi hangat cukup menyegarkan Selasa pagi, 23 April lalu. Udara terasa cukup panas. Saat saya sedang menikmati sarapan pagi yang disiapkan pihak Panorama Cottage, tempat saya menginap, Fandi tiba-tiba muncul.

Fandi adalah nahkoda speedboat yang membawa saya dari Kota Manado ke Bunaken. Pagi itu, saya meminta Fandi datang untuk membawa saya ke lokasi penyelaman. Ya, datang ke Bunaken tanpa menyelam, kurang sempurna.


Menyelam di Bunaken merupakan suatu perjalanan yang istimewa. Melihat pemandangan bawah laut memberikan pengalaman yang cukup banyak. Saya melihat dan merasakan bagaimana menyelam di lokasi landai yang kaya terumbu karang, jenis ikan seperti “ikan Nemo” (clown fish), school fish, dan rombongan ikan warna-warni yang lalu lalang.

Kondisi bawah laut Bunaken sangat unik. Kurang lebih 100 meter dari garis pantai, posisi dasar lautnya mendatar dengan keragaman terumbu karang. Selepas itu, langsung tebing curam, tanpa ada kemiringan sebelumnya.

Di kedalaman lebih dari 18 meter, Anda akan merasakan pengalaman menyelam di tebing laut (wall diving), seakan kita “terbang” di kedalaman jurang laut (drop-off) yang seolah-olah tanpa dasar. Sesekali bisa bertemu dengan penyu raksasa yang konon sudah berumur hampir 100 tahun, ikan pari (manta, sting, dan eagle rays), kakap, kerapu, barakuda, napoleon, angel fish, blow fish, blue ribbon eels, lobster, sampai hiu!

Bunaken Spesial

Jangan mengaku pernah ke Manado kalau belum ke Bunaken. Pulau Bunaken, yang berlokasi di Sulawesi Utara, dapat ditempuh sekitar 45 menit dari pinggiran kota Manado, ibukota Provinsi Sulawesi Utara dengan menggunakan kapal motor atau speedboat.

Melewati Gunung Manado Tua, Anda dapat melihat langsung Pulau Bunaken yang berada tepat di sebelah Pulau Siladen. Pulau Bunaken memiliki taman laut nasional yang terkenal di dunia dengan luas area lebih dari 75.000 hektar, dibagi oleh 3 persen daratan dan 97 persen lautan, termasuk di dalamnya Taman Laut Bunaken.

Salah satu majalah travel di Inggris dalam artikel yang berjudul “World Top 10 Best Dives Destination” menobatkan Taman Laut Bunaken sebagai salah satu destinasi selam terbaik di dunia. Penghargaan tersebut tidak berlebihan karena Taman Laut Bunaken yang diresmikan pada tahun 1991 adalah salah satu pulau yang memiliki biodiversitas kelautan atau keanekaragaman hayati terbanyak di dunia dan memiliki 29 titik selam (dive spot) yang fantastis!

Terdapat lima puluh delapan jenis terumbu karang dan 2.000 spesies ikan di Taman Laut Bunaken. Di antaranya ikan Kuda Gusumi (Hippocampus), Oci Putih (Seriola rivoliana), Lolosi Ekor Kuning (Lutjanus kasmira), Kerapu (Epinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), Ila Gasi (Scolopsis bilineatus), jenis Moluska seperti Kima Raksasa (Tridacna gigas), Kepala Kambing (Cassis cornuta), Nautilus berongga (Nautilus pompillius), dan masih banyak lagi. Di samping itu, banyak binatang laut langka yang dapat ditemukan di Bunaken, seperti coelacanths, dugong, ikan paus, lumba-lumba, dan penyu.

Tidak ada masa off-seasons, alias kapan saja bisa menyelam di Bunaken. Air laut yang tenang hampir tanpa ombak dan arus, dengan jarak pandang 20 meter-35 meter, memungkinkan saya dapat melihat dengan jelas pesona terumbu karang dan ikan berwarna-warni dengan kedalaman hanya 5 meter! Kedalaman menyelam di Bunaken antara 5 meter dan 40 meter.

Meskipun memberikan kesan yang tak terlupakan, namun traveling ke Bunaken membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dimulai biaya sewa speedboat dari Manado ke Bunaken berkisar Rp 500-700 ribu untuk pergi-pulang, biaya penginapan berstandar 60 euro (sekitar Rp 600 ribu) per orang/malam, sewa alat diving (menyelam) sekitar Rp 1 juta, sewa alat snorkling Rp150 ribu, sewa kamera bawah air Rp 350 ribu, sewa speedboat ke lokasi penyelaman Rp 50 ribu per orang.

Makanya, banyak orang mengatakan, traveling di negeri sendiri lebih mahal ketimbang ke luar negeri. Banyak orang lebih memilih traveling ke luar negeri. Saya justru lebih bangga menjelajah di Indonesia.

Indonesia ibarat etalase supermarket, semua lengkap dan ada di sini. Alam, budaya yang unik, kuliner, gunung dan banyak lainnya. Kekayaan dan keindahan negeri ini sayang untuk disia-siakan.

Sekali lagi, bersyukurlah, Indonesia negara tercinta ini, adalah tempat yang tepat untuk kegiatan menyelam. Hitung saja, di negara kepulauan yang terletak di antara dua benua dan samudra ini terdapat lebih dari 17.000 pulau dari ujung Sumatera sampai tanah Papua. Dikelilingi perbatasan antara laut Andaman, Singapura, Laut Cina Selatan, Malaysia, dan Filipina, serta samudra Pasifik Papua Nugini, Samudra Hindia dan Australia.

Lokasi menyelam eksotik di Indonesia begitu banyak dan beragam. Mulai dari Pulau Seribu, Ujung Kulon, Karimun Jawa, Kalimantan, Bali dan Sumbawa, Komodo, Wakatobi, Bangka, Banda dan Flores, Bintan, Makassar, Takabonerate di Selayar, Bunaken, sampai Raja Ampat di Irian Jaya.

Meminjam kata-kata bijaksana seorang penyelam senior asal Florida, Arthur Hamilton, mengatakan, “Anda belum melihat dunia apabila Anda belum pernah menyelam di dasar laut.” Makanya, ayo terjun ke laut dan lihat keindahan dunia alam bawah laut. Selanjutnya, pengalaman indah seumur hidup menanti Anda!

Komentar